Tujuh Tantangan Pengarusutamaan Isu Perdesaan


Gerakan Desa Membangun (GDM) berhasil merumuskan 7 (tujuh) tantangan yang harus diatasi dalam pengarusutamaan isu perdesaan melalui dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Tujuh tantangan tersebut sebaiknya menjadi fokus kerja kolektif para pegiat TIK Perdesaan sehingga pemanfaatan TIK akan mampu mengubah wajah perdesaan pada masa yang akan datang.

Saat ini, informasi tentang desa kurang terpublikasi secara luas sehingga isu perdesaaan masih terpinggirkan di ranah publik. Dalam diskusi desa di Rumah Desa Indonesia, Senin (16/6/2014), pelopor GDM sekaligus Kepala Desa Melung periode 2004-2013, Agung Budi Satrio, mengajak semua kalangan untuk melakukan kerja bersama sehingga desa mampu keluar dari persoalan-persoalan yang ada.

Untuk mengatasi tantang itu, pertama, para pegiat TIK harus mendukung pengarusutamaan isu perdesaan, seperti memfasilitasi pembuatan website desa. Budi menyarankan alamat website desa sebaiknya menggunakan domain DESA.ID untuk mempertegas identitas desa di internet. Selain itu, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah mengeluarkan kebijakan khusus tentang domain tersebut.

Kedua, pegiat TIK perlu menyelenggarakan pelatihan untuk produksi konten website, baik teks, foto, maupun video. Sebaiknya materi konten berupa isu-isu yang dialami dan dihadapi di dunia perdesaan. Sasaran utama pelatihan adalah masyarakat dan pemerintah desa.

Ketiga, pegiat TIK harus memastikan masyarakat dan pemerintah desa mampu mengunggah konten (posting) di website desa. Warga harus mengunggah konten harus konsisten dan terus menerus sehingga meningkatkan jumlah konten desa di internet.

Keempat, keberadaan media sosial harus mampu mendongkrak penyebarluasan konten desa. Untuk itu, pegiat TIK perlu membekali masyarakat dan pemerintah desa dengan strategi jitu menyebarluaskan konten desa melalui media sosial, khususnya Facebook, Twitter, dan Google+.

Kelima, pembuatan modul dan video tutorial pengelolaan website desa dan media sosial juga sangat perlu. Pembuatan modul maupun video tutorial harus menyesuaikan tingkat penalaran masyarakat dan pemerintah desa sehingga menjadi bahan rujukan yang tepat.

Keenam, pembuatan web sindikasi dan agregasi untuk konten antardesa. Web sindikasi akan meningkatkan jumlah pengunjung website desa. Apabila jumlah konjungan meningkat maka konten desa akan diakses oleh banyak kalangan.

Ketujuh, pegiat TIK harus memfasilitasi komunikasi aktif antara desa dan media arus utama sehingga materi website desa dapat menjadi rujukan pemberitaan media massa. Pemberitaan konten desa di media arus utama akan memperluas (amplified) isu-isu perdesaan.

One Response to Tujuh Tantangan Pengarusutamaan Isu Perdesaan

  1. MariTza says:

    Selamat untuk pemerintah Desa Karang Rejek yang telah byaank kemajuan dalam bidang infra struktur dalam berbagai bidang. Semangat perjalanan masih panjang dan perlu adanya regenerasi dalam semus system sehingga semua yang telah dihasilkan & direncanakan bisa ter realisasi untuk kedepanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>