Permasalahan dan Langkah Strategis Penerapan TIK di Perdesaan

Sejumlah permasalahan bisa dirumuskan untuk menyusun langkah strategis penerapan teknologi informasi dan komunikasi di dunia perdesaan. Kejelian kita dalam merumuskan permasalahan menjadi modal utama untuk memutuskan aktivitas-aktivitas jalan keluarnya. Berikut ini adalah poin-poin penting yang berhasil dirumuskan oleh Gerakan Desa Membangun (GDM):

Masalah 1: Informasi tentang desa kurang terpublikasi secara luas sehingga isu perdesaaan masih terpinggirkan di ranah publik.

Aktivitas 1: Untuk mendukung pengarusutamaan isu perdesaan maka dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Pembuatan website di dengan domain DESA.ID untuk mempertegas identitas desa di internet sesuai dengan kebijakan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia.
  • Pelatihan produksi konten website (teks, foto, video) yang bermaterikan dunia perdesaan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah desa.
  • Pelatihan mengunggah konten (posting) di website desa.
  • Pelatihan strategi menyebarluaskan konten desa melalui media sosial (khususnya Facebook, Twitter, dan Google+).
  • Pembuatan modul dan video tutorial pengelolaan website desa dan media sosial.
  • Pembuatan web sindikasi dan agregasi untuk konten antardesa.
  • Membangun komunikasi antara desa dan media arus utama sehingga materi website desa dapat menjadi rujukan pemberitaan media massa, akibatnya isu-isu desa makin tersebarluas (amplified).

Masalah 2: Potensi maupun produk unggulan desa tidak terpromosikan dengan maksimal sehingga potensi dan produk desa belum dikenal oleh masyarakat luas.

Aktivitas 2: Untuk mendorong promosi potensi dan produk unggulan desa maka dilakukan beberapa aktivitas berikut ini:

  • Pelatihan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menginventarisasi potensi maupun produk unggulan di desa.
  • Pelatihan untuk mengemas informasi (advertorial) dan pencitraan visual atas setiap potensi maupun produk unggulan desa.
  • Pelatihan video singkat yang menceritakan potensi desa maupun testimoni pihak ketiga.
  • Pelatihan strategi promosi potensi dan produk unggulan melalui internet.

Masalah 3: Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah desa menyangkut tata kelola sumber daya desa masih sangat minim serta belum didukung basis data yang akurat dan lengkap.

Aktivitas 3: Untuk mendukung kebijakan pemerintah desa yang mengatur tata kelola sumber daya desa maka dilakukan beberapa aktivitas berikut ini:

  • Pemetaan sumberdaya desa berupa data dasar kependudukan (individu dan keluarga), peristiwa, dan wilayah yang menghasilkan dokumen profil desa.
  • Pengembangan aplikasi pendukung Sistem Informasi Desa
  • Pelatihan pemanfaatan sistem informasi desa, termasuk cara/teknik menganalisis data yang dihasilkan oleh sistem.
  • Pelatihan pembuatan peraturan desa (Perdes) dan SK Kades yang mengatur tata kelola sumber daya desa.

Masalah 4: Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah desa masih lambat karena layanan dilakukan secara manual.

Aktivitas 4: Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa maka dilakukan aktivitas sebagai berikut:

  • Mendata dan mengevaluasi jenis-jenis pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah desa.
  • Pelatihan membuat standar prosedur operasional (SOP) pelayanan publik di desa sesuai dengan UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
  • Pelatihan pemanfaatan fitur tata administrasi dalam aplikasi Sistem Informasi Desa untuk penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih cepat.

Masalah 5: Pemerintah desa belum mampu menerapkan keterbukaan informasi publik.

Aktivitas 5: Untuk mendukung keterbukaan informasi publik di desa maka dilakukan aktivitas sebagai berikut:

  • Pelatihan keterbukaan informasi publik di desa mengacu pada UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa
  • Pelatihan membuat standar prosedur operasional (SOP) penyediaan informasi dan pelayanan permintaan informasi oleh publik di desa sesuai UU No 14 tahun 2008 dan UU No 6 tahun 2014.
  • Pelatihan memanfaatkan Sistem Informasi Desa untuk penyediaan dan pelayanan informasi, seperti rencana, pelaksanaan, pelaporan pembangunan desa.

Masalah 6: Kapasitas masyarakat desa dalam memantau maupun meminta informasi atas rencana dan pelaksanaan pembangunan desa masih rendah

Aktivitas 6: Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam pemantauan pembangunan maka dilakukan kapasitas sebagai berikut:

  • Sosialisasi Sistem Informasi Desa kepada masyarakat desa melalui pelbagai media, seperti pertemuan, stiker, spanduk, dan media lainnya.
  • Pelatihan mengakses dan berinteraksi dalam Sistem Informasi Desa untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan masyarakat.
  • Pelatihan warga untuk mengajukan permintaan informasi pada pemerintah desa.

Masalah 7: Akses internet di wilayah perdesaan masih sulit dan jika ada akses kualitasnya sangat rendah.

Aktivitas 7: Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan aktivitas sebagai berikut:

  • Penggunaan penguat sinyal seluler di desa.
  • Membangun kerjasama dengan penyedia jasa internet (ISP) lokal untuk askes internet di desa.
  • Pengembangan aplikasi/sistem yang mampu:
  1. Berjalan pada akses internet bandwidth rendah dan smartphone;
  2. Tampilan responsif menyesuaikan teknologi yang digunakan (desktop dan mobile);
  3. Aplikasi yang bisa dijalankan dalam jaringan lokal (localhost);
  4. Aplikasi berjalan lintas platform sehingga tidak tergantung pada sistem operasi tertentu.
  • Pembuatan modul dan video tutorial penggunaan aplikasi pada perangkat desktop dan mobile

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>