Konsep Dasar Perempuan Berdaya

PEREMPUAN BERDAYA

Pengertian:

Perempuan Berdaya merupakan doa, cita-cita, dan harapan yang diwujudkan melalui sebuah komunitas. Yakni komunitas perempuan yang mau dan mampu mendidik dirinya sendiri dan masyarakat guna mencetak manusia-manusia yang berkualitas. Mereka membekali diri agar bisa berkarya dan berguna secara nyata untuk orang lain. menggagas kegiatan bersama dalam mencapai sebuah kecerdasan. Kecerdasan fisik, mental, spiritual, ide dan pemikiran, dan mensikapi secara positif pendapatan suami.

Diskusi, tukar pengalaman, pemikiran, olahraga dan karya nyata yg dilakukan secara bersama sesuai minat masing-masing. Termasuk didalamnya belajar dan mengaplikasikan dalam membekali generasi penerus bangsa. Kebersamaan dalam melakukan kegiatan akan saling menguatkan satu sama lain. Gagasan Perempuan Berdaya adalah upaya bersama agar perempuan mampu memberdayakan diri, keluarga, dan masyarakat.

Latar Belakang:

Gagasan Perempuan Berdaya didasari atas kenyataan bahwa perempuan masih dianggap sebelah mata oleh banyak pihak. Fisik perempuan yang cenderung lebih lemah dari kaum pria dipersamakan dengan lemahnya ide, pemikiran, gagasan, semangat, dan mental juang. Padahal tidak benar-benar betul atau salah.

Munculnya generasi bangsa yang gemar menyalahgunakan jabatan, salah satu sebabnya karena para ibu tak berdaya dalam mempersiapkan mereka. Keluarga, dimana Ibu sebagai motornya, yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anak tak mampu menanamkan dan meneguhkan nilai-nilai dasar yang kelak akan menjadi tuntunan mereka. Belum lagi maraknya kasus pelecehan seksual, kriminalitas, dan segudang penyakit sosial lainnya.

Oleh karena itu, para perempuan harus bangkit. Gagasan Perempuan Berdaya ini diharapkan bisa memberikan sumbangsih nyata untuk bangsa Indonesia.

Tujuan:

  1. Mendapatkan perhatian dari kaum perempuan sendiri agar mampu menjaga harkat dan martabat seorang perempuan
  2. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa perempuan adalah mitra kerja pria dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya.
  3. Mencetak perempuan, baik ibu maupun calon ibu yang berdaya. Mampu menempatkan diri sebagai wanita seutuhnya. Sebagai pendamping para pria dan tiang negara.

Kegiatan:

  1. Perempuan berkumpul bersama, saling berbagi pengalaman, informasi, keahlian, dan saling mendukung guna kemandirian perempuan.
  2. Perempuan-perempuan berkumpul, berdiskusi atau melakukan kegiatan praktek sesuai bidang yang diminati oleh para anggota.
  3. Masing-masing kelompok minat dikumpulkan dalam kelas masing-masing. Tiap kelompok di koordinir oleh Ketua dan Sekretaris kelas. Tiap-tiap kelas melakukan kegiatan sendiri-sendiri yang terintegrasi.

Prinsip:

  1. Swadaya :  Semua kegiatan komunitas bertumpu pada swadaya para anggotanya
  2. Sukarela  :  Keanggotaan dan kegiatan komunitas didasari rasa sukarela, sesuai minat mereka sendiri-sendiri.

Pengembangan:

Komunitas ini dikembangkan dengan saling memberi informasi dan menguatkan satu komunitas dengan komunitas yang lain pada tiap-tiap desa. Model “gethok tular” dan filosofi Adzan.

Kelas-kelas:

Kelas-kelas belajar dibentuk sesuai minat dari calon peserta. Sekedar informasi, karena basis peserta kegiatan di Kec. Kebasen adalah pemanfaat SPP, maka kelas-kelas yang ada adalah: 1) Pertanian Organik; 2) Batik; 3) Home Industry Pangan; 4) Home Industry Non-Pangan; dan 5) Pendidikan Anak.

Tahapan Kegiatan Perempuan Berdaya

Perempuan Berdaya

One Response to Konsep Dasar Perempuan Berdaya

  1. Siap dukung dan implementasikan gagasan ini untuk pemberdayaan masyarakat desa, khususnya perempuan, di wilayah kami

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>