GDM Ikuti Workshop Implementasi UU Desa

Gerakan Desa Membangun (GDM) menjadi peserta workshop implementasi undang-undang desa yang diselenggarakan oleh JARI Indonesia di Hotel Oria, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta. Workshop berlangsung dua hari, 16-17 Mei 2014, membahas implikasi pelaksanaan UU Desa terhadap kerja gerakan sosial dalam kerangka HAM, keadilan sosial dan demokrasi inklusif. Delegasi GDM dalam workshop diwakili oleh Yossy Suparyo dari Desa Gentasari.

Berdasar penjelasan JARI Indonesia dalam undangan yang diterima GDM, workshop dilatarbelakangi oleh kemunculan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. UU Desa menempatkan desa sebagai subjek pembangunan yang memiliki kuasa terhadap wilayahnya, rencana pembangunan maupun anggaran pembangunan desa. Selain itu, UU Desa memperkuat prinsip-prinsip pembangunan ala desa seperti kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan yang dilandaskan oleh perdamaian dan keadilan sosial sehingga memperkuat peran dan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintahan desa untuk mencapai tujuan pembangunan desa itu sendiri.

UU Desa juga menempatkan desa sebagai entitas yang mengejawantah dalam sistem tata kelola
masyarakat yang bercorak pastisipatif yang memiliki corak yang tidak tunggal. Keragaman kebudayaan
turut menentukan keragaman bentuk desa di tanah air. Hak rekognisi merupakan pengakuan negara atas
adanya desa atau dengan sebutan nama lain sebagai entitas budaya yang punya kedudukan dan kewenangan dalam mengatur dirinya dan kehidupan masyarakatnya.

Sejauh mana UU Desa sungguh-sungguh dapat mengembalikan kedaulatan masyarakat desa? Tantangan-tantangan apa yang harus antisipasi dan atasi oleh para pegiat desa agar niat baik pembuatan UU ini bisa tercapai? Apa implikasinya terhadap kerja gerakan sosial
ke depan?

Untuk itu, workshop implementasi desa akan mengajak peserta untuk mencermati empat hal. Pertama, kontestasi kepentingan-kepentingan berbagai kekuatan ekonomi, politik dan sosial yang sedang terjadi di Indonesia yang akan mengenjawantah di perdesaan mengikuti kerangka pemerintahan dan pembangunan desa sebagaimana dicanangkan dalam UU Desa.

Kedua, praktik-praktik politik dan penganggaran yang berlaku dominan saat ini, termasuk politik transaksional, politik identitas, korupsi dan kolusi, di semua tingkatan kepemerintahan di Indonesia.

Ketiga, gejala meningkatnya perilaku, aksi dan kebijakan yang diskriminatif terhadap kelompok-kelompok minoritas dan perempuan, baik oleh aparat negara maupun kelompok-kelompok
masyarakat, di tingkat lokal.

Keempat, pola perkembangan kerja gerakan sosial selama 15 tahun proses reformasi yang mengalami pergeseran fokus dari desa ke kota dan dari pengorganisasian rakyat ke advokasi kebijakan; yang didominasi oleh format dan tradisi beroganisasi LSM; serta yang berdiri di atas basis finansial yang tidak berkelanjutan.

Selama workshop peserta akan melakukan diskusi pengantar dan diskusi tematik dengan sejumlah narasumber untuk membumikan UU Desa dalam konteks pergulatan di berbagai isu.

Diskusi pengantar

  1. Sri Palupi, Ecosoc Institute, Jakarta: politik ekonomi pembangunan Indonesia
  2. Yando Zakaria, anggota tim ahli perumusan UU Desa, Yogyakarta: isi UU Desa

Diskusi tematik

  1. Danang, ICW, Jakarta: praktik korupsi dan politik uang di seluruh tingkatan pemerintahan dan
    implikasinya terhadap pelaksanaan UU Desa
  2. Samuel Koto, Sumatera Barat: agenda pemberdayaan ekonomi rakyat dan prospeknya dalam
    kerangka UU Desa
  3. Rencana Aksi Daerah untuk Hukum dan HAM (Kemenkumham)
  4. Agenda pengelolaan sumber daya alam (hutan desa) dan prospeknya dalam kerangka UU Desa
  5. Andy Yentriyani, Komnas Perempuan, Jakarta: kebijakan diskriminatif atas nama otonomi
    daerah dan implikasinya pada pelaksanaan UU Desa
  6. Mia Siscawati, Sayogyo Institut, Bogor: agenda demokrasi dan keadilan sosial dalam masyarakat
    adat dan implikasinya terhadap pelaksanaan UU Desa
  7. Andreas Harsono, Jakarta: peta gerakan sosial dalam mempertahankan kedaulatan pangan dan
    tantangan pelaksanaan UU Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>