GDM Presentasikan Konsep Desa Membangun di TNP2K Wapres

presentasi strategi pengentasan warga dari kemiskinan di TNP2K

Presentasi GDM tentang Strategi Pengentasan Warga dari Kemiskinan di TNP2K

Gerakan Desa Membangun (GDM) diminta mempresentasikan konsep desa membangun dalam Rapat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Hotel Panghegar, Bandung (22/11/2013). Delegasi GDM diwakili oleh Yossy Suparyo (Cilacap), Agung Budi Satrio (Banyumas), Didi Sugandi (Bandung), Sahdi Sutisna dan Sutardjo Ps (Ciamis). Presentasi GDM menguatkan TNP2K untuk melibatkan pemerintahan desa dalam pengelolaan dan perancangan program-program pengentasan warga dari kemiskinan.

Surat undangan dikirim oleh TNP2K melalui surat elektronik. Setelah itu, ada kontak melalui telepon karena ada perubahan jadwal lebih cepat dua jam. Yossy Suparyo (YS) dan Agung Budi Satrio (ABS) berangkat dari Purwokerto menggunakan bus ekonomi pada Kamis malam (21/11) pkl 23.00. Tiba di Alun-Alun Ciamis dinihari pukul 02.30 akibat mobil sempat mogok di daerah Lumbir selama satu jam. Untuk menghilangkan rasa penat perjalanan, YS dan ABS menyerbu warung bubur ayam tepat di perhentian mobil.

Belum sempat habiskan bubur, kawan Sutardjo Ps datang menjemput. Perjalanan selanjutnya menuju ke Kantor PNPM Kabupaten Ciamis yang terletak sekitar 3 Km dari Alun-Alun Ciamis. Aroma kopi langsung menyentak hidung. Namun, tak seperti dalam iklannya aroma kopi tak kuasa membuka mata YS yang diserang kantuk luar biasa. YS pilih tertidur pulas di kursi tamu.

Pada 04.30, Sutardjo Ps sudah membangunkan YS dan ABS untuk lanjutkan perjalanan. Perjalanan ke Bandung menempuh jalur utara karena menjemput Sahdi Sutisna atau Aji Panjalu di Desa Panjalu, Panjalu, Ciamis. Sutardjo Ps mengambil kendali kemudi melewati jalan-jalan desa yang berlubang. YS sedikit menggerutu karena dia tahu ada jalan yang kondisinya lebih bagus. ABS langsung menyahut “lagi di Ospek nih sama penguasa Ciamis”.

Butuh lebih dari satu jam untuk tiba di Alun-Alun Panjalu. Meski puluhan pesan telah di-mention ke @AjiPanjalu, Pakar IT dari Desa Panjalu itu tak juga menampakkan batang hidungnya. Akhirnya, Sutardjo Ps menggunakan cara lama dengan cara meneleponnya secara langsung. Tak lama, Aji Panjalu datang dengan membawa dua plastik makanan ringan untuk “suap” atas kesalahannya tertidur pulas di rumah. Modus lama!

Akhirnya, Aji Panjalu dijatuhi “hukuman” untuk menyetir dari Panjalu ke Bandung. Sadisnya, hanya 15 menit dia tertemani kala menyetir, selanjutnya semua terbuai dalam mimpi-mimpinya. Tidur Pulas. Sekitar pukul 08.00 rombongan GDM sudah tiba di Rancaengkek, di pinggiran Kota Bandung. Kita putuskan untuk mencari rumah makan untuk mengisi perut. Aji Panjalu menunjukkan penguasaan atas wilayah ini dengan menepi di Rumah Makan Ampera sekaligus menjadi kasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>