Kerja Advokasi Harus Fokus pada Perubahan Kebijakan

arie sujito di workshop keterbukaan informasi dan advokasi berbasis data buruh migran

Arie Sujito memfasilitasi workshop keterbukaan informasi dan advokasi berbasis data

Keberhasilan kerja advokasi diukur melalui perubahan kebijakan dan peningkatan kesadaran kritis yang tumbuh pada pihak-pihak yang terkait dengan kerja itu.

Demikian pendapat Arie Sujito, Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada dalam workshop Keterbukaan Informasi Publik dan Advokasi Berbasis Data yang diselenggarakan oleh Pusat Sumber Daya Buruh Migran di Yogyakarta dan Infest Yogyakarta, Sabtu (6/7/2013). Baginya, advokasi perlu dilakukan karena ketimpangan dalam proses dan penetapan kebijakan strategis di masyarakat yang masih melahirkan marginalisasi.

Pada struktur masyarakat terjadi ketidakadilan, ada hambatan akibat hubungan yang timpang antara masyarakat dan negara. Ketidakberdayaan masyarakat berdampak pada keterpurukan, baik di level sektoral maupun lintas sektor. Advokasi menjadi pilihan untuk bargaining position dalam membenahi kebijakan serta mendorong pembenahan keputusan-keputusan strategis.

Bagi, Arie Sudjito advokasi berbasis data (bukti) merupakan upaya mempengaruhi perubahan yang menggunakan bahan-bahan utama dari hasil riset atau peneraan (assessment); sebagai bukti empiris (sajian data dan analisis), yang dapat dipergunakan untuk meyakinkan pihak yang dituju (1) mempengaruhi kebijakan strategis pemegang otoritas formal dan (2) membangun dan memperkuat kesadaran kritis warga.

“Melalui analisis data itu memungkinkan berbagai pilihan strategi advokasi dapat ditempuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arie Sujito mengatakan advokasi berbasis data memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, data dan analisis menjadi kekuatan berargumen dan pertimbangan pada saat mempengaruhi kebijakan strategis.

Kedua, data dan analisis menjadi bahan-bahan melakukan edukasi, penyadaran, pengorganisasian atau penggalangan, serta menjadi legitimasi dalam pendekatan pada warga.

Ketiga, hasil analisis data bisa membantu: memetakan masalah lebih lengkap, mengidentifikasi dan memprioritaskan isu, mencari pilihan solusi dalam negosiasi perubahan, serta peluang menempuh beragam strategi aksi.

Data harus diolah menjadi usulan-usulan strategis yang substansial agar ada perubahan kebijakan bermanfaat pada pemecahan masalah, bukan melahirkan masalah baru. Sajikan pokok masalah yang penting dan prioritas. Upayakan hasil analisis data akan membantu terbangunnya engagement (persenyawaan) dalam perseberangan posisi dan kepentingan masyarakat.

One Response to Kerja Advokasi Harus Fokus pada Perubahan Kebijakan

  1. makasih banyak infonya sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>