Roadshow Desa Membangun di Madiun

persiapan ngopi (ngobrol pinter) di desa jogodaluh

Persiapan Pelaksanaan Ngopi (Ngobrol Pinter) di Balai Desa Jogodaluh, Madiun

Gerakan Desa Membangun (GDM) mengadakan roadshow pemberdayaan 2.0 di Kabupaten Madiun. Sejumlah desa di Madiun tertarik untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam tata pemerintahan desa. Acara berlangsung selama dua hari, 18-19 Mei 2013. Acara roadshow terselenggara atas dukungan Pemerintah Desa Jogodayuh, Open Madiun dan KPLI Madiun (Kuman).

Malam Minggu, GDM akan berbagi pengalaman tentang penerapan teknologi informasi di desa bersama Komunitas Pengguna Linux Madiun (Kuman) di De-Klop Club, Mini Cafe, di Jalan Mandiri Komplek Ruko Red Tulip Blok R No 11, Demangan Taman, Madiun. Para Kuman tertarik menjadi sukarelawan yang membantu desa-desa dalam memanfaatkan komputer dan piranti lunak berbasis sumber terbuka (open source).

Kepala Desa Melung, A Budi Satrio, berbagi pengalaman bersama KPLI Madiun (Kuman)

Kepala Desa Melung, A Budi Satrio, berbagi pengalaman bersama KPLI Madiun (Kuman)

Esok harinya, GDM memfasilitasi Sarasehan Desa 2.0 di Desa Jogodayuh, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Desa Jogodaluh menjadi pelopor Gerakan Desa Membangun di Madiun. Jogodaluh dikenal sebagai sentra perkebunan tebu. Hasilnya disuplai ke Pabrik Gula (PG) Pagotan di Kecamatan Geger maupun PG Kanigoro di Kecamatan Wungu. Menurut Jaelono (39), Kepala Desa Jogodayuh, luasan lahan untuk perkebunan tebu sekitar 20 hektar, ada lahan milik masyarakat dan lahan milik desa.

“Selain tanaman padi, perkebunan tebu masih jadi andalan sektor pertanian di Jogodayuh. Setiap hektar bisa menghasilkan panenan hingga 12 ton dengan harga Rp 3.500,- perkilogram. Tebu dipanen setiap tahun,” jelasnya.

Ketertarikan Desa Jogodayuh memiliki sistem informasi desa sudah lama. Pada 2009, mereka membuat website resmi pemerintahan desa dengan alamat http://jogodayuh.web.id. Lewat website itu, beragam kegiatan desa disebarluaskan. Sayang, pengelolaannya tersendat-sendat karena Pemdes Jogodayuh terkendala minimnya perangkat desa yang menguasai seluk-beluk website.

Kepala Desa Jogodaluh, Jaelono, dalam acara Ngopi (Ngobrol Pinter) Desa 2.0

Kepala Desa Jogodaluh, Jaelono, dalam Acara Ngopi (Ngobrol Pinter) Desa 2.0

“Walau pengelolaannya buruk, tanpa dinyana kami mendapat sejumlah program dari pemerintah. Katanya, mereka tahu desa kami dari internet,” lanjut Jaelono.

Di akhir kepemimpinannya, Jaelono kembali termotivasi untuk mendayagunakan sistem informasi desa setelah berkunjung ke Desa Melung dan Desa Mandalamekar secara online. Kemampuan dua desa itu mengelola informasi memicu dirinya menghadirkan Kepala Desa Melung, Agung Budi Satrio (48) dalam Sarasehan Desa 2.0 di Desa Jogodayuh.

Gayung bersambut, pada 19 Mei 2013 Kepala Desa Melung bersedia untuk berkunjung ke Madiun. Kehadirannya akan menjadi pemantik semangat baru bagi Pemdes Desa Jogodayuh untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di dunia perdesaan. Tak lupa, Pemdes Jogodayuh mengajak 15 desa di sekitarnya untuk belajar bersama pada penyandang gelar Kades 2.0 itu.

Kepala Desa Melung, A Budi Satrio, di Kantor Desa Jogodaluh, Geger, Madiun

Kepala Desa Melung, A Budi Satrio, di Kantor Desa Jogodaluh, Geger, Madiun

Bagi A Budi Satrio, kunjungannya ke Madiun menjadi kebahagiaan yang tak terperi. Dia gembira bisa berbagi pengalaman tentang pengelolaan sistem informasi desa, penyelenggaraan tata layanan publik yang prima, dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis open source bersama desa-desa di Madiun.

“Ini sebuah kehormatan bagi Desa Melung. Kebijakan penerapan TIK di desa kami ternyata menginspirasi desa-desa lain untuk mengambil langkah yang sama. Saya berharap praktik seperti ini mendorong desa untuk mempelopori perubahan di Indonesia,” ujar Budi Satrio.

Dalam Sarahasehan Desa 2.0, Budi Satrio akan mengenalkan domain desa.id sebagai identitas desa di dunia internet. Domain itu merupakan usulan GDM yang disetujui oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia pada 1 Mei 2013.

Kunjungan Budi Satrio di Madiun akhirnya tercium oleh sejumlah pegiat TIK, onliner dan pemerhati desa dari Ngawi, Ponorogo, dan Magetan melalui media jejaring sosial dengan akun @budiragiel. Mereka mengaku siap hadir dalam acara ini, makin seru!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>