Jogodaluh Jadi desa.Id Pertama di Madiun

image

Desa Jogodaluh di Kecamatan Geger jadi desa pertama yang menggunakan domain desa.id di Kabupaten Madiun. Desa Jogodaluh memiliki alamat website http://jogodaluh.desa.id. Keberadaan website mendorong desa di kawasan selatan Madiun itu selangkah lebih depan dibanding desa-desa lainnya.

Kepala Desa Jogodaluh, Jaelono (39) mengatakan ada sejumlah program pemerintah kabupaten dan provinsi yang datang karena pengelola program berkunjung ke website desa. Ada program desa berdering, ada program Komunikasi dan Informasi Masyarakat, maupun program perbaikan infrastruktur yang diterima oleh pemerintah desa sebagai dampak dari pengelolaan informasi desa.

Bagi Jaelono, kebijakan nama domain desa.id memberikan identitas keberadaan desa di dunia internet, terlebih domain itu diusulkan oleh desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM). Karena itu, Pemerintah Desa Jogodaluh segera mengajukan permohonan pada Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) untuk nama domain resmi desa.

Website desa merupakan media bagi desa untuk menyebarluaskan informasi dan promosi produk desa. Desa Jogodayuh memiliki sejumlah komoditi unggulan di bidang pertanian, peternakan, dan industri rumah tangga yang secara bertahap menjadi konten-konten website desa.

Pioneer Gerakan Desa Membangun

Desa Jogodayuh mempelopori penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pemerintahan desa Kabupaten Madiun. Pemanfaatan TIK mendukung tata kelola pelayanan publik, data desa, penyebarluasan informasi, dan manajemen sumber daya desa makin efektif.

Jaelono mengaku gagasan itu masih menjadi barang langka di wilayah Madiun. Sebagian besar desa menyelenggarakan tata pemerintahan dengan cara-cara lama sehingga untuk memenuhi harapan masyarakat harus bekerja ekstra keras. Desa Jogodayuh pernah mengusung program pelayanan warga 24 jam. Pada praktiknya, pelaksanaan program itu sangat berat, hanya karena faktor sukarelawan dan semangat pengabdian saja sehingga program itu dapat terlaksana.

Akhirnya, Jaelono tertarik untuk belajar pada desa-desa di Gerakan Desa Membangun di Banyumas. Dia mengundang Agung Budi Satrio, Kepala Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas untuk berbagi pengalaman di desanya. Pada 19 Mei 2013, Pemdes Jogodayuh menggelar Sarasehan Desa 2.0 yang mengundang Budi Satrio menjadi narasumber. Lewat sarasehan itulah, Desa Jogodayuh akan mengubah cara kerja dalam tata pemerintahan dengan strategi baru, yaitu mengoptimalkan dukungan teknologi informasi.

Usai sarasehan desa 2.0, Desa Jogodayuh akan menata tata kelola pemerintahan secara bertahap. Baginya, kerja keras itu perlu, tapi kerja cerdas itu penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>