Gerakan Desa Membangun Kampanyekan Pilkades Bersih

pilkades di desa melung banyumas

Pilkades di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas

Pada 2013, banyak desa di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Tasikmalaya menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Bagi Gerakan Desa Membangun (GDM), Pilkades merupakan media untuk melahirkan pemimpin dan pelayan masyarakat yang visioner, bersih, dan merakyat. Karena itu, desa-desa yang tergabung dalam GDM sepakat untuk menerapkan Pilkades yang bersih, murah, dan anti politik uang.

Ujicoba Pilkades bersih dilakukan di Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Pilkades berlangsung pada 10 April 2013 dengan tiga calon, termasuk petahana Yana Noviadi. Panitia Pilkades Mandalamekar menggratiskan pendaftaran calon kades supaya setiap warga berkesempatan mengajukan diri sebagai pemimpin desa. Waktu penjaringan calon kades berlangsung satu bulan dari 2 Februari hingga 2 Maret 2013.

“Semua dana Pilkades ditanggung oleh pemerintah desa, semua warg bisa mendaftar sebagai calon kepala desa secara gratis,” jelas Abdul Jamaludin, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Mandalamekar.

Kebijakan penggratisan pendaftaran calon kades tercetus pada rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD). BPD Mandalamekar melahirkan kebijkan Pilkades yang bersih, murah, dan antipolitik uang agar Pilkades mampu memunculkan pemimpin yang berkualitas tinggi.

“Di daerah lain banyak Pilkades yang membebani para calon. Mereka dimintai dana dengan alasan untuk membantu operasional Pilkades. Akhirnya hanya warga yang punya duit yang mau mencalonkan diri,” lanjut Priat Sukmana, Panitia Pilkades Mandalamekar.

Tantangan untuk mewujudkan Pilkades bersih justru datang dari lembaga pemerintah supradesa. Pemerintah Kecamatan Jatiwaras mempertanyakan dana Pilkades yang sangat minim. Panitia Pilkades Mandalamekar hanya menyusun dana yang jumlahnya setengah dari dana yang diajukan oleh desa-desa lainnya. Jadi, gagasan Pilkades murah masih menjadi barang baru.

Untuk mengetahui visi dan misi para calon kepala desa, Panitia Pilkades Mandalamekar menggelar debat calon sebelum waktu pemilihan. Acara debat calon berlangsung seru karena setiap calon kades lebih fokus merayu warga dengan program-program unggulannya.

Praktik Pilkades Bersih di Banyumas

Di Banyumas, praktik serupa telah dilakukan di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng. Sejak tahun 2000, desa di lereng Gunung Slamet itu telah menerapkan Pilkades bersih dan murah. Dari inisiatif itu lahir pemimpin visioner dan merakyat bernama A Budi Satrio. Pria bersahaja itu telah membawa perubahan besar pada Desa Melung.

“Dulu, warga kami malu saat ditanya asalnya dari mana. Maklum, Melung itu identik dengan desa tertinggal, pelosok, dan miskin. Kini, warga desa telah bangga dengan desanya. Melung telah banyak meraih prestasi yang membanggakan,” jelas SB Margino, Kaur Keuangan Desa Melung dalam suatu lokakarya Lingkar Slamet.

Meski berada di tepi hutan, Desa Melung mengembangkan diri sebagai desa dijital. Pemerintah desa memasang akses internet nirkabel (wifi) supaya warga desa dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Mereka juga memiliki website desa untuk menyebarkan informasi desanya.

Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir juga telah melakukan praktik serupa. Pilkades itu melahirkan sosok Bayu Setyo Nugroho. Bayu pernah meraih predikat sebagai kepala desa termuda di Kabupaten Banyumas dengan meraup suara pemilih yang mutlak. Selama era kepemimpinannya, Desa Dermaji terus berbenah. Dermaji menjadi simbol dari desa tertinggal yang berpikiran maju.

“Di akhir 2012, kami melaporkan dana pembangunan di Desa Dermaji sudah di atas 2 Milyar. Artinya, pemerintah desa dianggap mampu mengelola dana yang besar secara transparan,” ujar Bayu Setyo Nugroho.

Gerakan Polkades Bersih Terus Menggelora di GDM

Langkah serupa tengah diterapkan oleh Desa Karangnangka, Kedungbanteng. Karangnangka terletak 5 km di sebelah selatan Desa Melung. Desa yang mengembangkan sektor perikanan itu pada 4 Mei 2013 akan menggelar Pilkades. Ide Pilkades bersih dan murah lahir dari Forum Lintas Rukun Tetangga (RT). Forum itu beranggotakan ketua-ketua RT yang secara rutin melakukan pertemuan dan kegiatan kolektif.

Strategi yang dilakukan Forum Lintas RT Karangnangka adalah mempengaruhi BPD agar mendorong Panitia Pilkades menghapus biaya pendaftaran calon kades. Selain itu, mereka membentuk satuan tugas antipolitik uang yang akan mengawasi jalannya Pilkades.

Belajar dari eksperimen di atas, pemerintah desa dan warganya harus membangun tata kelola desa secara cerdas. Jangan takut melakukan perubahan, termasuk menyelenggarakan Pilkades yang bersih, murah, dan antipolitik uang. Banyak pemimpin-pemimpin baru akan lahir bila kesempatan dibuka seluas-luasnya.

Dukung kampanye Pilkades yang bersih, murah, dan antipolitik uang di desa Anda!

2 Responses to Gerakan Desa Membangun Kampanyekan Pilkades Bersih

  1. memang seharusnya bersih, jika pilkadanya bersih maka akan membuahkan pemerintahan yang bersih pula (insyaAllah) :)

  2. sulaeman says:

    nah baru tanggal 15 desember 2013 desa sumber kulon pemilihan kepala desa dengan proses yang sesuai fakta di lapangan uang berbicara di banding brand sebuah konsep program kerja…..mengerikan jumlah uang yang di habiskan hanya untuk membeli suara masyarakatnya….inikah demokrasi yang sesunggunya padahal desa merupakan dasar dari demokrasi yang di harapkan untuk proses yang lebih besar yaitu pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>