Jurnalisme Warga Ala Keniten Banyumas

jurnalisme warga ala desa keniten banyumas

Yudi Setia Adi, Ketua Karangtaruna Desa Keniten tengah berbagi strategi pengembangan jurnalisme warga di Workshop Lingkar Slamet

Desa Keniten yang berada di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas tengah mengembangkan website desa di http://keniten.my.id secara mandiri. Website dikelola oleh para pemuda melalui penggalangan dana secara swadaya tanpa dukungan pemerintah desa. Ide mereka mulai menuai hasil, terutama untuk mendorong keterbukaan publik dan pemasaran produk-produk warga.

Pengembangan website dilakukan pada akhir 2012. Karangtaruna Desa Keniten mengikuti Lokakarya Gerakan Desa Membangun dan tertarik menggunakan strategi pemanfaatan website. Sayang, keinginan itu tidak mendapat sambutan hangat dari ppemerintah desa setempat. Akhirnya, mereka nekad belajar sendiri dan mengelola website secara kolektif dalam kegiatan karang taruna.

Gebrakan itu menuai apresiasi hangat dari desa-desa lainnya. Banyak kepala desa yang meminta mereka berbagi pengalaman tentang strategi jurnalisme warga. Video ini adalah rekaman presentasi Yudi Setia Adi, Ketua Karangtaruna Desa Keniten, pada workshop Lingkar Slamet pada 2 Maret 2013 di Balai Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas.

Silakan mencermati presentasi dahyat pemuda desa mendorong keterbukaan informasi publik di Desa Keniten. Setelah menonton presentasi ini, Anda mungkin akan tergugah untuk menerapkannya di daerah Anda. Salut!

7 Responses to Jurnalisme Warga Ala Keniten Banyumas

  1. Salut banget, Bung!
    Hampir mirip dg cerita kami.
    April 2012 lalu, kami warga muda mudi Desa Mandalahurip Kec. Jatiwaras Kab. Tasikmalaya sepakat membentuk Kelompok Tani Muda Mudi.
    Susunan Pengurus sudah terbentuk lengkap dg Program Kerja Organisasi. Lalu kami memohon kpd Pemerintah Desa Mandalahurip untuk merekomendasi peresmian Berita Acara Pendirian Kelompok Tani tsb yg sudah ditanda tangani oleh sejumlah peserta musyawarah pendirian kelompok, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Tapi respon apa yg kami dapat dari Sang Inohong Desa kami tsb?
    Kami diacuhkan begitu saja, dg sejumlah alasan-persyaratan inilah itulah…
    Tapi walau demikian, kami bulatkan tekad untuk tetap melanjutkan perjuangan kami ini.
    Alhamdulillah… Hingga kini, kelompok tani kami masih tetap sinergis dan berjalan walau tanpa SECUIL dukungan dan perhatian dari mereka yg dulu MENJILAT” kpd kami agar didukung supaya dpt menduduki Kursi Kuasa Pemerintahan.

    SALAM PERJUANGAN KAWAN!
    TETAP SEMANGAT!

  2. semoga semua yang kami lakukan di desa keniten dapat menginspirasi pemuda di desa-desa lain.sudah saatnya pemuda di seluruh indonesia mengambil perannya dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan.walau hanya dalam lingkup kecil di desa masing-masing.

  3. gatto says:

    tetap semangat broo..meski ga ada dukungan dari pemdes

    • Niels says:

      saya taunya udah agak lama, tapi tiap saya buka, saya seallu diperingatin sama google kalo alamat ini berbahaya. gak tau kalo itu bangaip kena jahil ~gak sabar nunggu launching~

  4. wasis wardhana says:

    salut untuk semangat kawan2 di Ds Keniten, tetangga desa saya (Kr.nangka) Citizen journalism atau sebenernya saya lebih nyaman menyebutnya citizen reportage sebagai bentuk nyata komunikasi many to many adalah suatu keniscayaan akan kemajuan teknologi informasi, saya berharap kawan-kawan di Keniten mampu menjamin kebebasan berpendapat dan kemudahan mendistribusikan pendapat hingga membangun suatu opini publik bisa diarahkan pada komunikasi yang membangun yang mampu memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat dan tidak berjalan pada arah komunikasi yang justru sebaliknya. salam dr jambi untuk kawan-kawan di Keniten..Wasis Wardhana

  5. Pingback: Jurnalisme Warga, Upaya Pencerahan Masyarakat | Gurindam12.co

  6. Kepada Genpan Mandalahurip:
    Perlu diketahui, untuk mendirikan sebuah organisasi yang sah dalam arti secara hukum, dengan mengesahkan AD/ART itu harus melalui lembaga notaris. Pemdes paling hanya sebatas memberi dukungan moral.
    Yang penting sekarang, berkiprahlah terlebih dahulu. Jangan hanya baru muncul sudah ingin diakui dsb.
    Tidak semua keinginan harus dipenuhi, masing-masing ada aturan main tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>